Assalamu'alaikum... Welcome to Nenkhudo Puny4 I hope this blog benefits all...tcayo. linknya => http://nenkudo.blogspot.com (InsyaAllah semoga berkah...amin)Thanks sahabat

April 03, 2011

B. J. Habibie: Pesawat Terbang Indonesia 100% Buatan Lokal

 

Pabrik pesawat terbang di Indonesia merupakan pabrik pesawat terbang yang canggih. Karena semua komponen pesawat terbang tersebut dibuat oleh pabrik tersebut. Kristopo

Jakarta--Suatu negara jika sudah dapat membuat pesawat terbang berarti negara tersebut dapat dikatakan sudah maju, karena telah memiliki teknologi yang maju. Indonesia sudah dapat dikatakan negara maju, karena sudah dapat membuat pesawat terbang.
Demikian disampaikan mantan Presiden B. J. Habibie, dalam Pidato Ilmiah pada acara pemberian penganugrahan untuk B. J. Habibie, dari Badan Standarisasi Nasional (BSN), di Jakarta, Kamis, 24 Maret 2011.
Menurut Habibie, pesawat terbang buatan Indonesia merupakan pesawat terbang yang canggih. Pasalnya, 100% pesawat terbang itu buatan Indonesia, termasuk semua komponen pesawat tersebut dibuat di dalam negeri.
“Baik sayap pesawat, badan pesawat dan lain-lain dibuat di Indonesia,” kata Habibie.
Ia menambahkan, berbeda dengan pesawat AirBus yang tidak semua komponennya dibuat di pabrik AirBus.  Sayap AirBus diproduksi di perusahaan lain.
“Jadi, pabrik pesawat terbang di Indonesia merupakan pabrik yang hebat. Karena semua komponen pesawat dibuat di dalam negeri,” jelasnya.
Pada kesempatan ini, Habibie juga menjelaskan tekadnya untuk membuat pesawat terbang karena didorong oleh perasaan hutang (janji) dengan Pemerintah Orde Lama (Orla).
“Saat Orla masih memimpin negara ini, saya dikirim belajar ke luar negeri untuk mempelajari teknologi dan disuruh mengembangkan teknologi di dalam negeri. Karena itu, setelah saya belajar di luar negeri saya kembali ke Indonesia untuk mengembangkan teknologi di Indonesia,” katanya.
Berbagai teknologi telah dikembangkan di Indonesia, salah satunya membuat pesawat terbang. Pesawat terbang jenis CN 235 merupakan pesawat terbang yang dibidani Habibie dan dikembangkan oleh PT. Dirgantara Indonesia (DI).
Diakhir pidatonya, Habibie mengajak semua masyarakat Indonesia untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM). Dengan memiliki SDM yang unggul akan mampu bersaing dengan negara lain. (*)


sumber baca : www.infobanknews.com

Salam ^_^
Share

Romantisme Cinta ibunda Ainun dan BJ Habibie



Romantisme Cinta ibunda Ainun dan BJ Habibie Bersemi Sejak Mereka Masih Remaja

Hasri Ainun Habibie dilahirkan di kota Semarang, 11 Agustus 1937. Putri keempat dari delapan bersaudara keluarga H.Mohammad Besari ini dikenal ramah dan murah senyum kepada siapapun yang ditemuinya. Ainun kecil besar dan tumbuh bersama keluarga di Bandung. Penulis Biografi Habibie, Makmur Makka menuturkan, Ainun Habibie pernah mengaku kalau ia dan Habibie sudah kenal sejak kecil, bahkan sekolah mereka terletak berdekatan.


“Kami kenal sejak kecil, dia teman bermain kelereng kakak saya. Rumah kami berdekatan ketika di Bandung. Di SLTP letak sekolah kami bersebelahan. Di SLTA malah satu sekolah, hanya Rudy (panggilan Habibie) satu kelas lebih tinggi. Dia selalu menjadi siswa paling kecil dan paling muda di kelas, begitu juga saya,” ujar Ainun menceritakan awal perjumpaannya dengan Habibie.

Diakui banyak pihak, cinta Ainun dan Habibie sudah bersemi sejak mereka masih remaja, namun makin jelas terlihat ketika mereka duduk dibangku SMA yang sama. Ketika itu, Ainun menjadi pujaan di sekolahnya dan incaran banyak siswa laki-laki, termasuk Habibie. Teman-temannya semasa SMA mengakui kalau Habibie memang perhatian pada Ainun, Habibie pernah berkomentar dengan ungkapan, “Wah cakep itu anak, Si item gula Jawa” ujar Habibie kala itu. Ainun remaja memang senang berenang, itulah yang menyebabkan Habibie pernah langsung menegur Ainun “Kamu kok sekarang jadi gendut dan hitam?” tanyanya yang sempat membuat Ainun merasakan perhatian lebih dari Habibie.

Ainun dan Habibie akhirnya berpisah sementara, setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, Bacharuddin Jusuf Habibie masuk Universitas Indonesia di Bandung (sekarang ITB) selama setahun dan memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Jerman. Sementara Ainun, setelah lulus SMA sifat sosial Ainun menuntunnya untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia Fakultas Kedokteran di Jakarta.

Keduanya sempat berpisah cukup lama, di tahun 1960 genap tujuh tahun mereka tidak bersua satu sama lain. Saat itu Habibie yang sudah sangat rindu dengan Indonesia, mendapat kesempatan untuk kembali setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya di Jerman. Saat Habibie pulang, ia berkesempatan menziarahi makam Ayahnya di Ujung Pandang. Menjelang lebaran, ia pulang ke Bandung dan bertamu ke rumah tetangganya yang lama, keluarga Ainun.

Saat Habibie berkunjung ke Bandung, Ainun secara kebetulan sedang mengambil cuti dari tempatnya bekerja sebagai dokter di RSCM dan pulang ke Bandung. Di sanalah cinta lama bersemi kembali setelah sekian lama mereka tidak bertemu. Habibie berujar, “Kok gula Jawa sekarang sudah menjadi gula pasir?”. Pertemuan mereka berlanjut di Jakarta. Habibie mengikuti Ainun yang kembali ke Jakarta untuk masuk kerja di RSCM. Di Jakarta Habibie tinggal di Jl. Mendut, rumah kakaknya yang tertua, Titi Sri Sulaksmi Habibie.

Berada di kota yang sama membuat keterikatan cinta Ainun dan Habibie semakin kuat. Kesibukan mereka yang sangat padat di siang hari memaksa mereka hanya bisa bertemu di malam hari. Tak jarang Habibie menjemput Ainun di RSCM dengan becak yang sengaja beratap meski tidak hujan. Keromantisan yang kerap mereka jalin makin mengukuhkan keyakinan Habibie untuk memperisteri Hasri Ainun Baseri dan resmi menikahinya di Bandung, 12 Mei 1962 setelah dua bulan sebelumnya melakukan pertunangan.


Surat BJ Habibie pada Istri tercinta, 28 Agustus 2010


ini ndan, surat yang di tulis BJ Habibie :

Ainun 100 Hari Wafat

2408 jam yang lalu Ainun diiringi Do'a telah pindah dengan tenang dan damai dari "Dimensi Alam Dunia" ke "Dimensi Alam Barzah".

Hanya jika kututup kedua mataku, wajah, mata dan senyuman yang selalu memukau dan kurindukan kulihat.

Jikalau mataku kubuka lagi, semuanya serentak hilang lenyap dan meninggalkan kekosongan jiwa, kecewa, sedih dan perih!

Dengan menutup kedua mataku, dapat kuraba, kupegang tanpa menyentuh AInun bahkan mendapat senyuman yang selalu kurindukan!

Jikalau mataku kubuka lagi, semuanya serentak hilang, lenyap dan meninggalkan kekosongan jiwa, kecewa, sedih dan perih!

Dengan menutup kedua mataku, kurayu dengan kata dan nada yang kami miliki dan kenal, tetapi tetap membisu, sunyi sepi!

Dimana Ainun? Bagaimana keadaan Ainun? Bagaimana mendapat kepastian mengenai Ainun yang selalu kurindukan sepanjang masa!

Bacharuddin Jusuf Habibie, 28.08.10. 06:30 
 

Sumber baca :  http://ceriwis.us, ceriwis
 
Salam ^_^
Share

“Mana Mungkin Aku Setia…”

Puisi Bj Habibie “Mana Mungkin Aku Setia…”. Adalah puisi yang diduga bikinan seseorang yang mengatasnamanakan B.J. Habibie sebagai penciptanya, sedangkan juru bicara Habibie Center sangat meragukan keaslian puisi tersebut karena ada sepenggal kalimat yang tidak sesuai dengan kepribagian mantan presiden RI tersebut.

Berikut ini Puisi Bj Habibie yang diberi judul “Mana Mungkin Aku Setia…”
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada

pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada. Aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
Selamat jalan, calon bidadari surgaku ….

B.J. Habibie
  




 



Isi dari “Puisi Bj Habibie “Mana Mungkin Aku Setia…”" diatas memang sangat menyentuh, untuk itu, pihak Habibie Center tidak mempermasalahkan hal tersebut karena tidak melukai.

sumber baca : http://ceriwis.us


Salam ^_^ Share

Detik-detik Yang Menentukan

Detik-Detik yang Menentukan – Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi

Bacharuddin Jusuf Habibie

Dengan kehadiran buku ini, semakin melengkapi khazanah sejarah politik kontemporer Indonesia. Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden ke-3 RI, salah seorang pelaku utama sejarah pada masa lahirnya reformasi di Indonesia. Fakta yang dihadirkan dalam buku ini otentik, berdasarkan catatan dan pengalaman pribadi pelaku sejarah yang belum pernah diungkapkan. Selain memberikan fakta-fakta sejarah, penulis pun melakukan analisis apa yang telah terjadi.






Download ebook nya di sini friend:

Detik-detik yang Menentukan

Salam ^_^
Share

Bacharuddin Jusuf Habibie

Bj. Habibie

Bacharuddin Jusuf Habibie (lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936; umur 74 tahun) adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Ia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998. Jabatannya digantikan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terpilih sebagai presiden pada 20 Oktober 1999 oleh MPR hasil Pemilu 1999. Dengan menjabat selama 2 bulan dan 7 hari sebagai wakil presiden, dan 1 tahun dan 5 bulan sebagai presiden, Habibie merupakan Wakil Presiden dan juga Presiden Indonesia dengan masa jabatan terpendek.


 

Keluarga dan pendidikan

Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Alwi Abdul Jalil Habibie lahir pada tanggal 17 Agustus 1908 di Gorontalo dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo lahir di Yogyakarta 10 November 1911. Ibunda R.A. Tuti Marini Puspowardojo adalah anak seorang spesialis mata di Yogya, dan ayahnya yang bernama Puspowardjojo bertugas sebagai penilik sekolah. B.J. Habibie adalah salah satu anak dari tujuh orang bersaudara.[1]
B.J. Habibie menikah dengan Hasri Ainun Besari pada tanggal 12 Mei 1962, dan dikaruniai dua orang putra, yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.[2]
Ia belajar teknik mesin di Institut Teknologi Bandung tahun 1954. Pada 1955-1965 ia melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat, menerima gelar diplom ingineur pada 1960 dan gelar doktor ingineur1965 dengan predikat summa cum laude. pada

[sunting] Pekerjaan dan karier

Habibie pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman, sehingga mencapai puncak karier sebagai seorang wakil presiden bidang teknologi. Pada tahun 1973, ia kembali ke Indonesia atas permintaan mantan presiden Suharto.
Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998. Sebelum menjabat Presiden (21 Mei 1998 - 20 Oktober 1999), B.J. Habibie adalah Wakil Presiden (14 Maret 1998 - 21 Mei 1998) dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto.
Ia diangkat menjadi ketua umum ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), pada masa jabatannya sebagai menteri.

Masa Kepresidenan

Habibie mewarisi kondisi kacau balau pasca pengunduran diri Soeharto akibat salah urus di masa orde baru, sehingga menimbulkan maraknya kerusuhan dan disintegerasi hampir seluruh wilayah Indonesia. Segera setelah memperoleh kekuasaan Presiden Habibie segera membentuk sebuah kabinet. Salah satu tugas pentingnya adalah kembali mendapatkan dukungan dari Dana Moneter Internasional dan komunitas negara-negara donor untuk program pemulihan ekonomi. Dia juga membebaskan para tahanan politik dan mengurangi kontrol pada kebebasan berpendapat dan kegiatan organisasi.
Pada era pemerintahannya yang singkat ia berhasil memberikan landasan kokoh bagi Indonesia, pada eranya dilahirkan UU Anti Monopoli atau UU Persaingan Sehat, perubahan UU Partai Politik dan yang paling penting adalah UU otonomi daerah. Melalui penerapan UU otonomi daerah inilah gejolak disintergrasi yang diwarisi sejak era Orde Baru berhasil diredam dan akhirnya dituntaskan di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tanpa adanya UU otonomi daerah bisa dipastikan Indonesia akan mengalami nasib sama seperti Uni Soviet dan Yugoslavia.
Di bidang ekonomi, ia berhasil memotong nilai tukar rupiah terhadap dollar masih berkisar antara Rp 10.000 – Rp 15.000. Namun pada akhir pemerintahannya, terutama setelah pertanggungjawabannya ditolak MPR, nilai tukar rupiah meroket naik pada level Rp 6500 per dolar AS nilai yang tidak akan pernah dicapai lagi di era pemerintahan selanjutnya. Selain itu, ia juga memulai menerapkan independensi Bank Indonesia agar lebih fokus mengurusi perekonomian.
Salah satu kesalahan yang dinilai pihak oposisi terbesar adalah setelah menjabat sebagai Presiden, B.J. Habibie memperbolehkan diadakannya referendum provinsi Timor Timur (sekarang Timor Leste), ia mengajukan hal yang cukup menggemparkan publik saat itu, yaitu mengadakan jajak pendapat bagi warga Timor Timur untuk memilih merdeka atau masih tetap menjadi bagian dari Indonesia. Pada masa kepresidenannya, Timor Timur lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjadi negara terpisah yang berdaulat pada tanggal 30 Agustus 1999. Lepasnya Timor Timur di satu sisi memang disesali oleh sebagian warga negara Indonesia, tapi disisi lain membersihkan nama Indonesia yang sering tercemar oleh tuduhan pelanggaran HAM di Timor Timur.
Kasus inilah yang mendorong pihak oposisi yang tidak puas dengan latar belakang Habibie semakin giat menjatuhkan Habibie. Upaya ini akhirnya berhasil dilakukan pada Sidang Umum 1999, ia memutuskan tidak mencalonkan diri lagi setelah laporan pertanggungjawabannya ditolak oleh MPR.
Pandangan terhadap pemerintahan Habibie pada era awal reformasi cenderung bersifat negatif, tapi sejalan dengan perkembangan waktu banyak yang menilai positif pemerintahan Habibie. Salah pandangan positif itu dikemukan oleh L. Misbah Hidayat Dalam bukunya Reformasi Administrasi: Kajian Komparatif Pemerintahan Tiga Presiden.[3]
Visi, misi dan kepemimpinan presiden Habibie dalam menjalankan agenda reformasi memang tidak bisa dilepaskan dari pengalaman hidupnya. Setiap keputusan yang diambil didasarkan pada faktor-faktor yang bisa diukur. Maka tidak heran tiap kebijakan yang diambil kadangkala membuat orang terkaget-kaget dan tidak mengerti. Bahkan sebagian kalangan menganggap Habibie apolitis dan tidak berperasaan. Pola kepemimpinan Habibie seperti itu dapat dimaklumi mengingat latar belakang pendidikannya sebagai doktor di bidang konstruksi pesawat terbang. Berkaitan dengan semangat demokratisasi, Habibie telah melakukan perubahan dengan membangun pemerintahan yang transparan dan dialogis. Prinsip demokrasi juga diterapkan dalam kebijakan ekonomi yang disertai penegakan hukum dan ditujukan untuk kesejahteraan rakyat. Dalam mengelola kegiatan kabinet sehari-haripun, Habibie melakukan perubahan besar. Ia meningkatkan koordinasi dan menghapus egosentisme sekotral antarmenteri. Selain itu sejumlah kreativitas mewarnai gaya kepemimpinan Habibie dalam menangani masalah bangsa.[4] Untuk mengatasi persoalan ekonomi, misalnya, ia mengangkat pengusaha menjadi utusan khusus. Dan pengusaha itu sendiri yang menanggung biayanya. Tugas tersebut sangat penting, karena salah satu kelemahan pemerintah adalah kurang menjelaskan keadaan Indonesia yang sesungguhnya pada masyarakat internasional. Sementara itu pers, khususnya pers asing, terkesan hanya mengekspos berita-berita negatif tentang Indonesia sehingga tidak seimbang dalam pemberitaan.

Masa Pasca Kepresidenan

Setelah ia turun dari jabatannya sebagai presiden, ia lebih banyak tinggal di Jerman daripada di Indonesia. Tetapi ketika era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono, ia kembali aktif sebagai penasehat presiden untuk mengawal proses demokratisasi di Indonesia lewat organisasi yang didirikannya Habibie Center.
Dibandingkan dengan para mantan presiden sebelum era Susilo Bambang Yudhoyono, Habibie memperoleh nama harum di kalangan generasi muda pasca reformasi. Hal ini disebabkan bahwa ia mungkin adalah satu-satunya presiden dalam sejarah yang memegang negara yang mengalami disintergrasi parah, birokrasi yang bobrok dan militer yang mentalnya rendah tapi berhasil menyelamatkan negara tersebut dan memberi fondasi baru yang kokoh bagi penerusnya. Memang pada masa Habibie Indonesia harus melepas Timor Timur, tetapi ia berhasil mempertahankan wilayah eks Hindia Belanda tetap bersatu dalam Republik Indonesia.

Publikasi

Habibie ketika disumpah menjadi presiden pada tanggal 21 Mei 1998.

 

Karya Habibie

  • Proceedings of the International Symposium on Aeronautical Science and Technology of Indonesia / B. J. Habibie; B. Laschka [Editors]. Indonesian Aeronautical and Astronautical Institute; Deutsche Gesellschaft für Luft- und Raumfahrt 1986
  • Eine Berechnungsmethode zum Voraussagen des Fortschritts von Rissen unter beliebigen Belastungen und Vergleiche mit entsprechenden Versuchsergebnissen, Presentasi pada Simposium DGLR di Baden-Baden,11-13 Oktober 1971
  • Beitrag zur Temperaturbeanspruchung der orthotropen Kragscheibe, Disertasi di RWTH Aachen, 1965
  • Sophisticated technologies : taking root in developing countries, International journal of technology management : IJTM. - Geneva-Aeroport : Inderscience Enterprises Ltd, 1990
  • Einführung in die finite Elementen Methode,Teil 1, Hamburger Flugzeugbau GmbH, 1968
  • Entwicklung eines Verfahrens zur Bestimmung des Rißfortschritts in Schalenstrukturen, Hamburger Flugzeugbau GmbH, Messerschmitt-Bölkow-Blohm GmbH, 1970
  • Entwicklung eines Berechnungsverfahrens zur Bestimmung der Rißfortschrittsgeschwindigkeit an Schalenstrukturen aus A1-Legierungen und Titanium, Hamburger Flugzeugbau GmbH, Messerschmitt-Bölkow-Blohm GmbH, 1969
  • Detik-detik Yang Menentukan - Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi, 2006 (memoir mengenai peristiwa tahun 1998)

Mengenai Habibie

  • Hosen, Nadirsyah, Indonesian political laws in Habibie Era : Between political struggle and law reform, Nordic journal of international law, ISSN 0029-151X, Bd. 72 (2003), 4, hal. 483-518
  • Rice, Robert Charles, Indonesian approaches to technology policy during the Soeharto era : Habibie, Sumitro and others, Indonesian economic development (1990), hal. 53-66
  • Makka, Makmur.A, The True Life of HABIBIE Cerita di Balik Kesuksesan, PUSTAKA IMAN, ISBN 978-979-3371-83-2, 2008

sumber baca :  http://id.wikipedia.org/wiki/Bacharuddin_Jusuf_Habibie

 
Salam ^_^
Share

Fakta Unik Kutub Utara dan Kutub Selatan Bumi


Sebagian di antara Anda pasti sudah tahu bahwa penguin hanya ditemukan di Kutub Selatan. Jangan harap bertemu burung yang kelihatan imut-imut itu di kutub utara.
Meski serupa, sama-sama daratan di ujung planet Bumi yang didominasi es, kutub utara dan kutub selatan menyimpan banyak perbedaan. Penguin hanya salah satu contoh perbedaan saja.


Kutub Selatan
Wilayah es Arktik di kutub utara pada dasarnya merupakan lautan beku yang dikelilingi daratan yang sering disebut lingkaran Arktik (Arctic Circle). Sebaliknya, Antartika di kutub selatan adalah daratan benua dengan wilayah pegunungan dan danau berselimut es yang dikelilingi lautan.
Benua Antartika mengandung hampir 90 persen es di seluruh dunia. Jika dicairkan, seluruh es Antartika cukup untuk memenuhi tiga perempat kebutuhan air minum di seluruh dunia.
Maka jangan heran kalau Pangeran Mohammed Al Faisal dari Saudi Arabia pernah berencana mengangkut 100 juta ton es dari Antartika ke negaranya.
Benua Antartika jauh lebih dingin daripada Arktik sehingga bahkan terdapat lapisan es di sana yang tidak pernah meleleh sepanjang sejarah. Temperatur rata-ratanya -49 derajat Celcius.
Suhu terdingin pernah tercatat pada 21 Juli 1983 sebesar -89,6 derajat Celcius di Stasiun Vostok, dekat kutub geomagnetik selatan. Sementara Arktik memiliki temperatur rata-rata lebih tinggi sekitar -34 derajat Celcius.
Karena suhu yang lebih hangat ini, terbentuknya lubang ozon di atas  kutub utara tidak separah kutub selatan. Sebab, suhu yang lebih hangat menyebabkan pembentukan awan stratosfer yang merusak lapisan ozon lebih sedikit.
Meski demikian, lapisan stratosfer di atas kutub utara mengalami pendinginan dari tahun ke tahun sehingga lubang ozon semakin besar. Mungkin tak akan sebasar lubang ozon di Antartika yang mencapai luas benua Eropa.
Daratan es yang didominasi lapisan es tipis di Arktik lebih mudah retak saat musim panas tiba. Bahkan, laporan terakhir menyebutkan, ratakan es telah melanda seluruh bagian Arktik saat tiba musim panas.
Di Antartika retakan lapisan es melanda wilayah-wilayah tepian saja namun sekali lepas, pulau es yang mengapung bisa berlayar dari Antartika sampai ke Selandia Baru.
Sampai saat ini, wilayah Kutub Utara masih menjadi rebutan di antara negara-negara adikuasa. Russia sudah buru-buru mengklaim kekuasaannya di kutub utara dengan menancapkan bendera di dasar perairannya tahun lalu.
Russia sudah menyipakan pengeboran gas di Lomonosov Ridge, barisan pegunungan bawah laut pada kedalaman 1920 meter untuk memperoleh 10 miliar ton gas.
Tetapi, AS juga tak mau kalah dengan mengirim kapal pemecah es Coast Guard untuk memetakan kembali batas wilayahnya di Alaska sebelum lapisan es di sana terus menyusut karena pemanasan global.
Badan Survei Geologi AS memperkirakan terdapat kandungan minyak di bawah Arktik sampai seperempat kandungan minyak dunia.
Meski Kutub Selatan diperkirakan juga menyimpan minyak terutama di sekitar Laut Ross, kemungkinan ditambang saat ini sangat kecil.
Antartika telah mendapat perlindungan sesuai Traktat Antartika yang melarang siapapun melakukan segala bentuk eksplorasi minyak dan menjadikan Antartika kawasan damai serta riset bersama.
Sepanjang sejarah, Antartika memang tidak pernah dikuasai siapapun dan tidak ada penduduk asli di sana.
Kontras sekali dengan wilayah lingkaran Arktik yang terdapat beberapa kota berpenduduk seperti Barrow di Alaska, Tromso, Norwegia, serta Muramansk dan Salekhaard, Russia. Di kutub utaralah orang-orang Eskimo bermukim.
Selain itu juga, hanya di Arktik saja beruang kutub bisa ditemukan secara alami. Mungkin ini juga alasan paling kuat mengapa penguin yang hanya ditemukan di kutub selatan tidak pernah menggunakan sayapnya untuk terbang.
Hidup di wilayah kekuasaan masing-masing, penguin dan beruang kutub sama-sama makan ikan dan menempati puncak rantai makanan.
Kutub Utara                                                         Kutub Selatan










Sumber : Uniqpost, rachmansyah

Salam ^_^ Share

April 01, 2011

Alamat Download Film

mungkin bagi semua yang udah pada tau about alamat download film, hal ini dah biasa kan ? but Bagi anda-anda yang belum tau tentang situs tuk download film, silahkan coba alamat-alamat di bawah ini :

www.thehack3r.com
www.duniaboxoffice.com
cinema3satu.blogspot.com
www.jtenco.com
www.untuksemua.com
www.moviesanddownloads.com
www.freemoviescinema.com
www.allmovia.com

www.indowebster.web.id
www.amaderforum.com


monggo dicoba sendiri yo. Kalo penulisnya sih lebih sering download film di cinema3satu ato di 4shared .
tapi bagi anda-anda yang mau coba download film-film indo, asia or barat silahkan aja kunjungi situs / alamat-alamat web yang udah tersedia diatas yo.




but jika ada tambahan alamat yang laen silahkan poskan di comment. Thanks ...

eit bagi yang demen ama serial anima juga boleh kunjungi di situs  anime.thehylia.com  don't miss it. Share

Share

Search Here